Kucoba memejamkan mata, melupakan semua
mengubur rahasia-rahasia
yang belum sempat kusampaikan pada angin
dan kutitipkan lewat hujan
Aku..tiada jua menemukan kantukku dalam malam
perasaan itu begitu mendalam
hingga dadaku penuh sesak dengan berjuta kerinduan
coba kutanya pada sabda malam”diamanakah dia berada?”
namun aku hanya mendapatkan kelam
kucoba berbicara lewat mata hatiku
namun tak jua sampai
apakah kerinduan-kerinduanku hanyalah sia-sia?
ataukah tiada lagi pintu jiiwa yang bisa
mengiringku masuk kedalam pintu hatinya?
dalam malam
Mei 24, 2009 oleh rinaandriani